Senin, 06 Desember 2010

ANIMALS SKELETON

1. PERCH






SISTEM ORGAN PADA INVERTEBRATA DAN VERTEBRATA

1. CACING

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Kulit cacing mengandung banyak kelenjar, kelenjar tersebut menghasilkan lendir. Dengan adanya lendir, kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin. Melalui kulit yang basah ini, cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi. Cacing bernafas melalui permukaan kulitnya.

b. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan makanan pada cacing tanah sudah sempurna. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, usus, dan anus. Makanan cacing tanah berupa humus. Humus dan sisa-sisa organisme yang merupakan makanan cacing telah mengalami pembusukan saehingga bersifat asam, maka perlu dinetralisir. Di sekitar kerongkongan terdapat tiga pasang kelenjar kapur yang menghasilkan zat kaput dan dapat menetralkan sifat asam makanannya. Dari kerongkongan, makanan masuk kedalam tembolok untuk disimpan sementara. Kemudian di dalam empedal, makanan dihancurkan atau dihaluskan secara kimiawi. Hasil pencernaan berupa sari makanan diserap dan sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui anus.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Sistem peredaran darah pada cacing adalah tertutup. Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah. Pada sistem peredaran darah ini, darah diedarkan melewati arteri dan kembali ke jantung melewati vena. Pada cacing tanah, sistem peredarannya terdiri dari cairan darah, beberapa pembuluh darah, dan jantung sebagai pusat peredaran. Darah cacing tanah terdiri atas plasma darah dan benda darah. Darah cacing tanah berwarna merah disebabkan oleh adanya hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Jantung dan saluran darahnya memiliki katup sehingga darah tidak mengalir kembali ke jantung. Aliran darah disebabkan oleh kontraksi lengkung jantung. Jantung memompa darah dari saluran darah dorsal ke saluran darah ventral kemudian ke seluruh tubuh. Pertukaran gas terjadi di jaringan-jaringan tubuh, dari seluruh tubuh, darah menuju bagian dorsal tubuhdan dari bagian dorsal tubuh darah kembali ke jantung.

d. Sistem ekskresi

Cacing tanah termasuk ke dalam kelompok Annelida (cacing bersegmen). Oleh karena itu, pada setiap segmen terdapat sepasang ginjal atau nefridium (nefridia=jamak), kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir. Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom terdapat dalam rongga tubuh dan berisi penuh dengan cairan. Cairan tubuh ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang kemudian masuk kedalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Pada waktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih bermanfaat, seperti glukosa, air dan ion-ion. Kemudian zat-zat tersebut dialirkan keseluruh kapiler sistem sirkulasi. Sedangkan sisa cairan tubuh, seperti air, senyawa nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang berupa lubang atau disebut nefridiofor.

2. MOLLUSCA

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Sistem pernafasan Mollusca menggunakan pulmonum, epidermis, insang (etenidia) yang terletak di rongga mantel. Gastropoda yang hidup di darat melakukan pernapasan dengan paru-paru.

b. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan Mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada Mollusca tertentu. Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Mollusca memiliki sistem peredaran darah terbuka. Pada jantung sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa). Alat pengangkut sari makanan berupa hemolimfa, bergerak dari jantung melalui pembuluh-pembuluh dan langsung ke hemocoel (rongga antar sel) yang letaknya tersebar dan sebagian membentuk saluran-saluran khusus yang langsung berhubungan dengan sel-sel. Jika otot badan bergerak maka hemolimfa akan kembali ke jantung.

d. Sistem ekskresi

Alat ekskresi Mollusca berupa ginjal.

3. INSECTA

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Alat pernapasan serangga terdiri atas spirakel (stigma) dari trakea (corong napas). Spirakel merupakan lubang-lubang di sepanjang sisi tubuh serangga yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara ke dalam tubuh. Jadi, spirakel berfungsi sebagai lubang pernapasan. Adapun trakea merupakan pembulu-pembuluh udara yang bercabang-cabang memenuhi seluruh bagian tubuh serangga. Pembuluh yang paling halus disebut trakeol. Pada serangga, peredaran oksigen ke seluruh tubuh tidak dilakukan oleh darah. Akan tetapi, dilakukan oleh trakea dengan bantuan otot yang bergerak memompa secara aktif dengan teratur.

b. Sistem pencernaan

Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging. Sistem pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.

Serangga yang mempunyai alat pengisap tidak mengunyah makanannya. Mereka tidak mempunyai alat pencernaan yang lengkap karena makanannya berupa cairan.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Sistem sirkulasi serangga merupakan sistem peredaran darah terbuka. Salah satu contohnya adalah sistem peredaran darah yang terdapat pada belalang. Alat peredaran darah pada belalang terdiri dari jantung pembuluh dan pembuluh darah. Jantung pembuluhnya berbentuk tabung panjang yang terdiri dari beberapa gelembung pembuluh darah dan terletak di daerah punggung di atas saluran pencernaan. Bagian depan pembuluh darah merupakan pembuluh aorta yang bagian ujungnya terbuka. Proses peredaran darahnya, jantung memompa darah melalui aorta ke jaringan-jaringan tubuh dan beredar bebas di dalam homocoel tanpa melalui pembuluh. Homocoel terdiri dari beberapa ruang atau rongga yang disebut sinus. Darah membawa sari-sari makanan ke sel-sel tubuh dan mengambil sisa metabolisme. Darah dari jaringan-jaringan tubuh masuk ke dalam jantung melalui lubang-lubang halus pada pembuluh. Dari jantung darah dialirkan lagi ke jaringan-jaringan tubuh, demikian seterusnya. Pada belalang, pertukaran oksigen dan karbondioksida dilakukan dengan sistem trakea, melalui stigma kemudian menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh, sehingga darah tidak berperan dalam proses ini. Selain itu, darah belalang tidak mengandung hemoglobin, sehingga darah belalang tidak berwarna merah tetapi biru dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan dan membunuh zat asing.

d. Sistem ekskresi

Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.

Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.

Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.

4. CRUSTACEA/UDANG

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

b. Sistem pencernaan

Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah.

d. Sistem ekskresi

Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).

5. AMFIBI/KATAK

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu hidup di darat dan di air. Contoh hewan amfibi adalah katak. Dalam pertumbuhannya, katak mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk dari telur, berudu (kecebong), sampai katak dewasa. Berudu hidup di air, sedangkan katak dewasa hidup di darat. Oleh karena itu, alat pernapasan berudu tidak sama dengan alat pernapasan katak dewasa. Berudu bernapas dengan insang, sedangkan katak bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Berudu memiliki tiga pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Insang terdiri atas lembaran-lembaran kulit tipis yang mengandung pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang berukuran sangat kecil. Insang luar selalu bergerak sehingga air disekitarnya selalu berganti dan oksigen yang terlarut di dalam air masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Pada waktu berumur sembilan hari insang luar berubah menjadi celah-celah insang. Celah-celah insang itu berfungsi sebagai insang dalam.

Pada pertumbuhan selanjutnya, berudu terus mengalami perubahan. Ekor berudu memendek secara berangsur-angsur. Seiring dengan memendeknya ekor, kaki belakang itu diikuti oleh pertumbuhan kaki depan. Pada saat itu, celah-celah insang digantikan oleh paru-paru. Pada saat itulah berudu berubah menjadi katak dewasa. Selain dengan paru-paru, katak dewasa juga dapat bernapas dengan kulit dan selaput rongga mulut.

Semua alat pernapasan katak memiliki permukaan tipis, basah, dan mengandung pembuluh darah kapiler. Kulit katak selalu basah. Melalui kulitnya yang basah, terjadi proses pemasukan oksigen dan pelepasan karbon dioksida serta uap air. Pada selaput rongga mulut, pembuluh darah kapiler membentuk tonjolkan ke permukaan yang menyebabkan aliran udara menjadi lamban sehingga pertukaran gas lebih efisien. Pernapasan melalui paru-paru merupakan pernapasan yang utama. Pernapasan paru-paru dimulai ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara dan menutup lubang hidupnya sebelah dalam. Akibatnya udara yang berada di rongga mulut terdorong masuk ke paru-paru.

Paru-paru katak, berupa sepasang kantong tipis. Permukaan dinding disebelah dalam paru-paru katak membentuk lipatan-lipatan. Lipatan-lipatan itu menyebabkan permukaan dalam dinding paru-paru menjadi luas dan banyak mengandung pembuluh darah kapiler. Hal itu menyebabkan pertukaran gas dalam paru-paru dapat berlangsung dengan efisien.

Katak tidak memilki tulang-tulang rusuk dan diafragma. Oleh karena itu, pernapasan pada katak diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot-otot perut. Itulah yang menyebabkan katak sering menggerak-gerakkan rahan bawahnya.

b. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Salah satu binatang amfibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:

1. Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa,

2. Esofagus; berupa saluran pendek,

3. Ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus,

4. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.

5. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan

6. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine.

Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Jantung amfibi terdiri dari 3 ruang, yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Proses peredaran darahnya; Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus (rongga atau ruang antara jantung yang terletak di antara ventrikel dan atrium). Dari atrium darah masuk ke ventrikel. Dari ventrikel darah kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, karbondioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Dari paru-paru, darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi percampuran antara darah yang mengandung oksigen dan darah yang mengandung karbondioksida meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu:

1. Arteri anterior (karotis) yang mengalirkan darah ke kepala dan ke otak.

2. Lengkung aorta yang mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh.

3. Arteri posterior yang mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru.

Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredarannya darah melewati jantung dua kali dan juga merupakan peredaran darah tertutup. Selain sistem peredaran darah ganda, katak juga memiliki sistem peredaran limfe yang tidak kalah pentingnya karena berperan dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah.

d. Sistem ekskresi

Pada Amfibi misalnya katak, alat ekskresi utamanya ialah ginjal opistonefros yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang, berwarna merah kecokelat-cokelatan yang memanjang dari muka ke belakang

6. IKAN

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Tempat hidup ikan di dalam air. Ikan bernapas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut dalam air menggunakan insang. Insang terdiri atas lengkung insang, lembaran insang, dan tutup insang. Lengkung insang berwarna putih, pada lengkung insang terdapat rigi-rigi insang yang berfungsi sebagai alat penyaring udara pernapasan. Lembaran insang berbentuk seperti sisik, insang yang terletak disebelah kiri dan kanan kepala dilindungi oleh tutup insang yang berbentuk setengah lingkaran.

Rongga mulut, melalui mulut yang terbuka itu, air masuk ke rongga mulut dan mengalir menyentuh lembaran insang yang banyak mengandung pembuluh darah. Oksigen yang terlarut dalam air masuk ke pembuluh darah yang tipis dan diedarkan ke seluruh tubuh untuk pembakaran zat makanan. Peristiwa mengalirnya air dalam rongga mulut berlangsung pada saat mulut ikan tertutup dan tutup insang terbuka sehingga air mengalir keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air dari insang, pembuluh darah mengeluarkan sisa pembakaran yang terdiri atas karbon dioksida dan uap air. Dengan kata lain, insang merupakan tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida dan uap air.

Ikan memiliki gelembung renang untuk mengatur gerak naik turun di dalam air. Selain itu, gelembung renang berguna untuk menyimpan oksigen.

Pada beberapa jenis ikan terdapat rongga insang yang mempunyai perluasan ke atas. Perluasan insang tersebut berbentuk lipatan-lipatan tidak teratur yang disebut labirin. Labirin berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan itu dapat hidup di air yang memiliki kandungan oksigen sedikit, misalnya pada lingkungan berlumpur. Beberapa jenis ikan yang memiliki labirin, antara lain ikan gabus, ikan lele, ikan betok, dan ikan gurami.

b. Sistem pencernaan

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang.

Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umumnya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.

Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Jantung ikan terdiri dari 2 ruang meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik) yang dipisahkan oleh sebuah klep. Dari jantung, darah kotor (yang kaya CO2) di pompa menuju ke insang melewati aorta ventral. Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi arteri brankial, kemudian bercabang-cabang lagi menjadi kapiler-kapiler. Dalam kapiler inilah terjadi pertukaran secara difusi : darah melepaskan CO2 ke dalam air dan mengambil O2 dari dalam air. Selanjutnya darah bersih yang kaya O2, dialirkan ke aorta dorsal lewat kapiler-kapiler. Aorta dorsal mengalirkan darah melalui cabang-cabang ke kapiler-kapiler yang ada di dalam jaringan di seluruh tubuh. Kemudian darah kembali ke atrium jantung dengan melewati sinus venosus dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior. Dari atrium jantung, darah dialirkan ke ventrikel melalui conus arteriosus. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal karena dalam satu kali peredarannya, darah hanya melewati jantung satu kali, dan merupakan peredaran darah tertutup.

d. Sistem ekskresi

Ikan mempunyai alat ekskresi berupa sepasang ginjal opistonefros yang berbentuk memanjang dan berwarna kemerah-merahan. Beberapa jenis ikan, seperti ikan mas, saluran ginjal dan saluran kelenjar kelaminnya bersatu, disebut saluran urogenital yang terletak di belakang anus. Ikan-ikan lain mempunyai kloaka.

7. REPTIL

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Reptil bernapas dengan paru-paru. Alat pernapasan reptil sama dengan alat pernapasan mamalia. Proses pernapasan reptil terdiri atas peamsukan udara dan pengeluaran udara.

Pemasukan udara terjadi pada waktu rongga dada dan rongga perut membesar. Setelah sampai di paru-paru, oksigen diikat darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Pengeluaran udara terjadi pada saat rongga dada dan rongga perut mengecil. Pengeluaran udara itu bersama-sama dengan gas sisa pembarkana di dalam tubuh berupa gas karbondioksida dan uap air.

Reptil ada yang hidup di air dan ada yang hidup di darat. Reptil yang hidup di air memiliki lubang hidung yang dapat ditutup sewaktu menyelam. Dengan demikian, air tidak masuk ke dalam paru-paru. Ular, buaya, kadal, kura-kura, dan komodo merupakan contoh hewan reptil.

b. Sistem pencernaan

Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi:

1. Rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masingmasing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,

2. Esofagus (kerongkongan),

3. Ventrikulus(lambung),

4. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan. Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (atrium dekster/serambi kanan & atrium sinister/serambi kiri) dan 2 ventrikel (ventrikel dekster/bilik kanan & ventrikel sinister/bilik kiri). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan umumnya belum sempurna. Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda. Pada buaya, sekat ventrikelnya sudah sempurna, dan memiliki suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu menyelam di air.

d. Sistem ekskresi

Alat ekskresi pada reptil adalah ginjal metanefros, ginjal ini dihubungkan ke katung kemih dan langsung bermuara ke kloaka. Pada reptile kelenjar kulitnya menghasilkan asam urat berguna untuk mengusir musuh.

8. A V E S

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Alat pernafasan burung terdiri atas hidung, batang tenggorok, paru-paru, dan pundi-pundi udara (kantong udara). Pundi-pundi udara berguna untuk menyimpan udara yang digunakan pada saat terbang, dapat memperkeras suara saat berkicau, meringankan tubuh pada saat terbang, menyelubungi alat-alat dalam tubuh untuk mencegah kedinginan, dan menjaga kestabilan suhu badan. Pundi-pundi udara itu adalah sebagai berikut :

1. Sepasang pundi-pundi udara di pangkal leher. Pundi-pundi udara ini berguna untuk memperkeras suara

2. Satu buah pundi-pundi udara di antara tulang selangka. Pundi-pundi ini kemudian bercabang-cabang membentuk pundi-pundi udara dan sayap.

3. Sepasang pundi-pundi udara di dada depan yang berada dalam ruang dada bagian depan

4. Sepasang pundi-pundi udara di dada belakang yang berada dalam ruang dada bagian belakang

5. Sepasang pundi-pundi udara diperut yang merupakan rongga tubuh dan dikelilingi oleh lingkaran usus.

Pernafasan burung pada saat istirahat tidak sama dengan pernafasan pada saat terbang. Pada saat istirahat, tulang-tulang rusuk bergerak ke bawah sehingga rongga dada membesar. Hal ini menyebabkan paru-paru mengembang sehingga udara masuk ke paru-paru melalui alat pernapasan. Pada waktu masuk ke paru-paru, sebagian oksigen diikat oleh darah dan sebagian yang lain dialirkan ke pundi-pundi udara sebagai cadangan; keadaan ini merupakan fase pengambilan udara.

Untuk fase pengeluaran udara, dapat dijelaskan sebagai berikut; otot-otot dada yang berlaksasi menyebabkan rongga dada dan paru-paru mengecil kembali, akibatnya, udara di dalam pundi-pundi udara dikeluarkan melalui paru-paru.

Pada saat terbang dan mengepakkan sayapnya, tulang-tulang dada dan tulang-tulang rusuk merupakan pangkal pelekatan otot-otot bekerja keras untuk terbang. Oleh karena itu, burung tidak menghirup udara melalui hidung. Pengambilan dan pengeluaran udara tidak dilakukan oleh paru-paru seperti pada saat istirahat, tetapi melalui pundi-pundi udara. Dengan kata lain, udara yang masuk ke paru-paru berasal dari udara cadangan yang terdapat pada pundi-pundi udara. Itulah yang menyebabkan burung dapat memenuhi oksigen yang diperlukan selama terbang. Namun, sisa pernapasannya dikeluarkan melalui hidung. Pengisian udara ke dalam pundi-pundi udara pada burung dilakukan pada saat melayang dan hinggap.

b. Sistem pencernaan

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati. Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.

Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.

Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.

Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Jantung aves berbentuk kerucut terbalik dan terbungkus oleh selaput jantung (perikardium). Terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (atrium dexter/serambi kanan & atrium sinister/serambi kiri) dan 2 ventrikel (ventrikel dexter/bilik kanan & ventrikel sinister/bilik kiri). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sudah sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah antara darah yang kaya O2 dan darah yang kaya CO2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda dan juga tertutup. Peredaran darah kecil : Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbondioksida mengalir ke ventrikel kanan, kemudian dipompa menuju paru-paru. Di paru-paru, karbondioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah yang mengandung oksigen ini masuk ke atrium kiri lalu menuju ventrikel kiri. Sedangkan pada peredaran darah besar, darah dari ventrikel kiri yang mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Di sel-sel tubuh ini, oksigen dilepaskan dan karbondioksida diikat. Darah yang mengandung karbondioksida ini kemudian dibawa ke jantung, dan demikian seterusnya.

d. Sistem ekskresi

Alat ekskresi pada burung adalah ginjal metanefros yang berwarna coklat, paru-paru, dan kulit. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui neres (lubang hidung). Kelenjar minyak yang dihasilkan melalui kulit berguna untuk meminyaki bulu-bulunya.

9. MAMALIA

Bagian-bagian serta fungsi yang menyusun:

a. Organ pernafasan

Hewan yang menyusui anaknya disebut mamalia. Mamalia ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di air. Mamalia yang hidup di darat mempunyai alat pernafasan mirip dengan manusia, yaitu hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru. Mamalia yang hidup di air juga bernapas dengan paru-paru, tetapi pada hidungnya dilengkapi katup. Katup itu akan menutup pada saat menyelam dan akan terbuka pada saat muncul dipermukaan air. Pada saat muncul di permukaan, air mamalia yang hidup di air mengambil oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Hewan mamalia yang hidup di air adalah paus, lumba-lumba dan duyung.

b. Sistem pencernaan

Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivora berbeda dengan susunan gigi hewan karnivora. Hewan herbivora tidak mempunyai mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivora mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivora, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivora selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.

Hewan herbivora ada yang digolongkan hewan pemamah biak karena mengunyah makanannya dua kali. Saluran pencernaan makanan hewan pemamah biak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan anus. Lambung terdiri dari rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam). Makanan yang berupa rumput kemudian ditelan masuk ke kerongkongan menuju ke perut besar. Di perut besar makanan disimpan sementara, kemudian masuk ke dalam perut jala. Di dalam perut jala makanan dicerna secara kimiawi dan menjadi gumpalan-gumpalan kecil. Gumpalan tersebut dikeluarkan kembali ke mulut untuk dimamah sampai lumat oleh geraham. Setelah makanan dimamah, ditelan lagi dan masuk ke perut kitab untuk digiling. Selanjutnya makanan masuk ke dalam perut masam. Di dalam perut ini makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim. Akhirnya sari makanan masuk ke usus halus, kemudian diserap dan diedarkan olewh darah ke seluruh tubuh. Sisa makanan keluar melalui anus.

c. Sistem sirkulasi dan transportasi darah

Sistem peredaran darah dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Sistem peredaran darah kecil (dari jantung ke paru-paru kembali ke jantung)

2. Sistem peredaran darah besar (dari jantung ke seluruh tubuh kembali ke jantung)

3. Sistem portae/vena porta : yaitu darah sebelum masuk ke jantung, terlebih dahulu masuk ke suatu organ. Pada mamalia, organnya adalah hati. Sehingga sering disebut portae hepatica (darah dari usus sebelum ke jantung melewati hati terlebih dahulu)

d. Sistem ekskresi

Dalam proses ekskresi ada beberapa bagian tubuh yang mempunyai fungsi penting antara lain:

1. Ginjal, yang berfungsi mengeluarkan urine (komposisi: air, garam, mineral, senyawa N)

2. Kulit, fungsinya mengeluarkan keringat (komposisi: air, garam, mineral, senyawa N)

3. Paru-paru, mengekskresikan CO2 dan H2O

4. Hati, zat yang diekskresikan adalah pigmen (bilirubin, urobilin)

5. Usus besar, berfungsi mengengeluarkan logam berat, Ca dan Fe

Selasa, 09 Desember 2008

Selamat Datang!

Di blog ini saya coba membuat link ke beberapa situs yang akan memberikan informasi seputar pendidikan yang mungkin sedikit banyak dapat membantu para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar. Silahkan untuk memilih tema dari menu daftar link disamping yang akan mengarahkan pembaca sekalian langsung kepada sumber informasi yang saya maksudkan

Tujuan saya menulis blog ini semata-mata hanya ingin agar pembaca (terutama saya) dapat lebih mudah dan cepat untuk menemukan kembali beberapa situs yang pernah saya kunjungi dan saya anggap bermanfaat .